Bagi kita di Indonesia, aturan ini bukan sekadar protokol komunikasi, melainkan instrumen untuk membentuk karakter calon penerus bangsa. Mari kita bedah bagaimana 10 aturan Shea ini menjadi pondasi karakter digital kita:
1. Ingatlah Manusia (Remember the Human)
Ini adalah aturan emas Shea yang paling utama. Di balik layar ada perasaan. Karakter bangsa yang beradab adalah yang tidak melakukan "cyber-bullying" atau caci maki. Jika kita tidak akan mengucapkannya secara langsung, jangan mengetiknya.
2. Standar Perilaku Online = Dunia Nyata
Shea menegaskan bahwa etika tidak berubah hanya karena kita berpindah ke ruang digital. Integritas berarti tetap jujur dan sopan meskipun tidak ada orang yang mengawasi kita secara fisik.
3. Tahu Di Mana Anda Berada (Know Where You Are in Cyberspace)
Etika di grup hobi tentu berbeda dengan etika di Ruang Pendidik. Karakter digital yang cerdas adalah yang mampu beradaptasi dengan budaya komunitas tersebut sebelum mulai berinteraksi.
4. Hargai Waktu dan Bandwidth Orang Lain
Jangan membanjiri grup dengan informasi sampah (spam). Menghargai waktu orang lain adalah bentuk nyata dari penghormatan sosial. Pastikan apa yang Anda bagikan benar-benar bernilai.
5. Bangun Citra Diri yang Baik (Make Yourself Look Good Online)
Shea mengingatkan bahwa kita dinilai dari kualitas tulisan kita. Di dunia digital, "pakaian" Anda adalah kata-kata Anda. Karakter yang mulia tercermin dari bahasa yang jernih, logis, dan tanpa kebencian.
6. Bagikan Ilmu Pengetahuan
Dunia digital harus menjadi tempat peningkatan kapasitas bangsa. Jika Anda tahu sesuatu, bagikan. Karakter bangsa yang kuat adalah bangsa yang saling mencerdaskan, bukan saling menjatuhkan.
7. Kendalikan Emosi (Help Keep Flame Wars Under Control)
Shea tidak melarang perbedaan pendapat, tapi ia melarang "perang api" (debat kusir yang emosional). Menahan diri dari membalas hinaan dengan hinaan adalah ciri kematangan karakter.
8. Hormati Privasi Orang Lain
Jangan pernah menyebarkan informasi pribadi orang lain. Karakter yang amanah adalah yang bisa menjaga rahasia orang lain sebagaimana ia menjaga rahasianya sendiri.
9. Jangan Menyalahgunakan Kekuasaan
Menjadi admin grup atau memiliki banyak pengikut (follower) bukan alasan untuk menjadi diktator digital. Semakin besar pengaruh Anda, semakin besar tanggung jawab moral Anda untuk memberi teladan.
10. Jadilah Pemaaf (Be Forgiving of Other People's Mistakes)
Semua orang pernah menjadi pemula. Jika melihat kesalahan orang lain (seperti typo atau pertanyaan konyol), jangan dipermalukan. Tegurlah secara pribadi (japri) dengan penuh kelembutan.
Dengan menyerap 10 Aturan Virginia Shea ini, kita tidak hanya belajar cara menggunakan internet, tapi kita belajar menjadi manusia yang lebih baik. Blog ini berkomitmen untuk terus mengawal nilai-nilai ini agar calon penerus bangsa kita menjadi generasi yang Cerdas Teknologinya, Mulia Karakter Digitalnya.
Catatan:
Artikel ini disadur dan dikembangkan dari buku 'Netiquette' karya Virginia Shea dengan penyesuaian nilai karakter bangsa Indonesia.

0 Comments